Pilih Bahasa

Rabu, 15 Oktober 2014

MERANTAULAH MAKA ENGKAU AKAN MENYADARI BETAPA BESARNYA NIKMAT ALLAH SWT YANG TELAH DIBERIKAN SELAMA INI

Merantau juga dapat digunakan sebagai sarana diri untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang selama ini kita terima. Terbiasa dengan nikmat yang melimpah membuat seseorang lupa untuk bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan. Apalagi jika seseorang tinggal di kota besar yang penuh dengan kemewahan dan kemajuan teknologi yang tinggi. Hidup terasa begitu mudah. Transportasi begitu mudah dengan berbagai macamnya begitu pula saranan komunikasi yang begitu canggih melalui internet. Belum lagi orang dimanja dengan ketersediaan yang melimpah berbagai macam kebutuhan sehari hari. Cara mendapatkannya pun juga begitu mudah. Kondisi yang mampan seperti ini terkadang membuat orang tidak mensyukuri nikmat yang diperolehnya. Orang lebih mudah lalai ketika mendapat nikmat daripada ketika mendapat musibah. Ketika ditimpa musibah atau bencana orang begitu mudah untuk ingat kepada Allah SWT Tuhan sang pencipta alam.
Tidak ada seorang pun yang mau bertempat tinggal di wilayah pelosok desa yang jauh dari kota. Terlebih lagi bagi orang yang lahir dan besar didaerah perkotaan. Berasal dari daerah yang penuh dengan gemerlap keindahan dunia kemudian berpindah tempat ke daerah yang masih terbelakang membuat orang keterkagetan / shock  baik secara budaya maupun dalam menjalani kehidupannya sehari hari. Terbiasa dengan segala kemudahan kemudian berhadapan dengan berbagai macam kesulitan bukanlah hal yang mudah dijalaninya. Dimanjakan dengan layanan internet dan komunikasi yang canggih ketika di kota, sejenak berubah menjadi sebuah tantangan. Transportasi yang susah atau bahkan terkadang tidak ada transportasi sehingga terpaksa harus berjalan kaki, tidak ada jaringan sinyal sebagai sarana komunikasi sehingga begitu susahnya untuk berkomunikasi satu dengan yang lain, atau ketersediaan kebutuhan sehari hari yang sangat terbatas baik dari sisi jenis maupun jumlahnya.
Kondisi daerah lain yang lebih terbelakang membuat orang kemudian akan tersadar betapa sebenarnya Nikmat Allah SWT yang selama ini diterima sebenarnya begitu besar. Namun karena terbiasa dengan kemudahan membuat  orang terlena. Kondisi susah atau sulit yang kemudian diperolehnya kemudian mengingatkannya untuk mensyukuri atas nikmat yang sebelumnya diperoleh. Begitu banyak kisah nyata dalam kehidupan didunia ini yang dapat digunakan sebagai contoh nyata. Dijawa kebutuhan air begitu mudah didapat bahkan sebagian besar wilayahnya sampai begitu menyia nyiakan air dengan membuangnya begitu saja. Tetapi jika kita kemudian merantau ke Kupang NTT dimana disana air merupakan barang mahal. Sebagian besar orang dikupang untuk mendapatkan akses air bersih terpaksa harus membeli dan mengeluarkan sebagian hartanya. Bayangkan jika harga satu tangki ukuran 5000 liter dihargai dengan harga Rp. 100.000,- dimana dalam satu bulan sebuah keluarga menghabiskan 4 tangki air maka dalam satu bulan saja satu keluarga harus menyisihkan Rp.400.000,-. Itupun terkadang dalam pemanfaatannya harus dengan berhemat atau tidak boros. Mandi secukupnya, mencuci secukupnya, begitu pula kebutuhan yang lain. Bersyukurlah orang yang dirumahnya berlimpah dengan air bersih.
Begitu pula dalam pemenuhan kebutuhan yang lain. Orang-orang  di Jawa jika menginginkan aneka macam buah buahan begitu mudah mendapatkannya sekalipun tidak dalam musim panen buah tersebut. Harganya juga relatif begitu murah dan cara mendapatkanya juga mudah. Bandingkan dengan daerah lain seperti di Indonesia Timur. Cuaca dan keadaan tanah tidak cocok untuk bertanam buah buahan. Sehingga kebutuhan akan buah harus didatangkan dari Jawa. Mendatangkan dari Jawa juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Itulah sebabnya harga buah menjadi begitu mahal. Sebagai ilustrasi harga salak pondok di Jawa hanya Rp. 5000,- per kilo sementara di Indonesia Timur untuk satu kilo salak pondoh dihargai dengan Rp. 30.000,-. Lebih mahal 6 kali lipat dengan harga di Jawa. Harga satu kilo semangka di Jawa berkisar antara Rp. 5.000,- sementara di Indonesia Timur dihargai per kilo sebesar Rp.20.000,-. Empat kali lipat dengan harga di Jawa. Belum lagi seperti harga daging ayam dimana di Jawa satu potong daging ayam utuh sudah disembelih dan dibersihkan bulu dan kotorannya dihargai hanya Rp. 30.000,- sementara ditempat lain harga ayam hidup saja Rp. 35.000,-. Itupun ayam tidak terlalu besar sehingga dagingnya tidak terlalu banyak. Bersyukurlah seseorang yang tinggal di daerah yang mudah dalam membeli kebuthan sehari hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar