Hidayah merupakan salah satu karunia dari Allah SWT yang tiada ternilai harganya. Orang yang sudah mendapat hidayah maka tidak ada mahluk di bumi ini yang bisa menghalanginya. Sebaliknya ketika orang tidak memperoleh hidayah maka tidak ada satu pun mahluk di bumi ini yang bisa memberikan hidayah tersebut.Hidayah , Allah berikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Anak kecil, remaja, orang tua semua mempunyai kesempatan untuk mendapatkannya. Kita semua berdoa agar senantiasa Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.
Berkaitan dengan hidayah banyak kejadian nyata yang saya temui di Kupang NTT yang seolah-olah diluar nalar kita namun benar-benar terjadi dihadapan kita. Salah satunya yaitu seorang anak yang Allah bukakan hatinya untuk mau belajar membaca dan mengkaji Al Qur'an.
Dilihat dari sisi usia, anak tersebut dapat dikatakan bukan anak-anak lagi. Sekarang dia sudah duduk dikelas SMA. Namun sampai usia remaja tersebut dia belum bisa membaca Al Qur'an. bahkan Iqro' jilid 1 saja masih kesulitan. Hidayah Allah datang menghampirinya, teman bermainnya mengajaknya belajar membaca Al Qur'an dimasjid setiap hari dengannya. Ajakan itu dia terima dan mulai hari itulah dia belajar membaca Al Qur'an. Sekilah memang tidak ada istimewanya kejadian ini yang membuat istimewa yaitu beberapa hal berikut ini :
- Teman belajarnya semuanya berusia di bawah usianya. Dia orang yang paling tua, namun dari kemampuan membacanya dia yang paling rendah. Namun hal ini tidak membuatnya minder atau malu. Justru memacunya untuk segera bisa membaca Al Qur'an.
- Jarak rumah sampai masjid adalah 2 km dia tempuh hanya dengan berjalan kaki bersama seorang adiknya. Dia harus naik turun bukit dikegelapan malam karena sebagian jalan yang dilaluinya tidak ada lampu penerangnya.
- Dia melakukannya hampir setiap hari. Dia berangkat sebelum maghrib, kemudian maghrib berjamaah , lalu dilanjutkan belajar al qur'an dan ditutup dengan isya' berjamaah.
- Setiap hari dia hanya mendapat kesempatan giliran 5 menit / 2 halaman saja. Banyaknya anak yang akan belajar dan sedikitnya ustadz yang mengajar sehingga dalam sehari dia hanya belajar 2 halaman iqro saja.
Coba kita renungkan. Setiap hari ke masjid berjalan 2 km, hanya berjalan kaki naik turun bukit , menembus kegelapan malam , hanya demi untuk mengejar dua halaman iqro' saja.
Bagaimana jika keadaan tersebut terjadi pada kita ? Maukah kita menghadirinya ? Dapatkah kita rutin setiap hari menjalankannya ?
Tanpa hidayah Allah tidak mungkin itu semua bisa terjadi.
Subhanallah , Allahu Akbar


