PENYAKIT MALAS ( Bagian 1 )
Sobat semua yang
dirahmati Allah SWT, kali ini kita akan membahas sebuah penyakit yang sangat
mungkin untuk menjangkiti kita semua. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja.
Mulai dari seorang pejabat tinggi sampai seorang rakyat jelata. Mulai seorang
pemimpin sampai seorang rakyat biasa. Mulai dari yang ekonomi tinggi sampai
pada yang memiliki strata ekonomi yang rendah.
Penyakit ini
juga bisa menyerang pada semua orang tidak memandang usia. Baik anak-anak,
remaja, maupun orang dewasa. Penyakit ini juga tidak mengenal musim. Baik musim
penghujan maupun musim kemarau, baik musim semi maupun musim gugur semua bisa
terkena. Penyakit ini juga bisa menyerang kapan saja mulai pagi hari, siang
hari, sore hari ataupun bahkan malam hari. Taukah sobat semua apakah penyakit
itu ?
Yak betul.
Penyakit itu adalah penyakit malas.
Orang yang sudah
terkena penyakit malas maka akan berdampak pada produkfitas kerjanya. Seseorang
sebenarnya bisa bekerja lebih banyak tetapi karena terkena penyakit ini maka
sedikit saja pekerjaan yang dapat dikerjakannya. Sebenarnya bisa selesai lebih
cepat namun akhirnya selesai lebih lama. Gara-gara penyakit malas seseorang
yang sebenarnya bisa berlalri lebih kencang menjadi lambat. Sebenarnya bisa
memanjat lebih tinggi menjadi lebih rendah. Sebenarnya bisa menyelesaikan lebih
banyak menjadi lebih sedikit.
Jika amal yang
dikerjakan berhubungan dengan pekerjaan dunia maka penyakit ini hanya berdampak
pada produktifitas hasil kerja didunia saja. Tetapi yang berbahaya jika amal
yang dikerjakan berhubungan dengan kerja-kerja akhirat maka berdampak pada kualitas amal dan kuantitas pahala yang kan diterima diakhirat
kelak. Namun demikian tidak sedikit orang yang begitu santai dirinya terjangkit
penyakit ini atau bahkan tidak merasa takut dirinya terserang penyakit ini.
Malas merupakan
salah satu penghalang seseorang untuk terus beribadah kepada Allah SWT. Coba
sobat perhatikan, ada orang yang badannya sehat, orang kaya raya, memiliki
waktu luang yang banyak. Tetapi mengapa ada yang tidak mau sholat ? Ya karena terkena
penyakit malas ini. Begitu pula disaat ada waktu kosong, kita juga dalam
kondisi sehat, ada Al Qur’an didepan kita, tetapi mengapa kita tidak mau untuk
membacanya ? Jawabnya juga sama yaitu karena malas. Begitu pula apa yang menghalangi
kita untuk bangun tengah malam untuk beribadah sholat lail padahal alarm sudah
kita bunyikan dengan keras tetapi masih saja kita malas untuk bangun dan
mengerjakannya. Seseorang yang sehat, kuat, memiliki waktu luang tetapi tidak
mau beramal karena rasa malas yang menyerang.
Karena begitu
berbahayanya penyakit ini maka Nabi Muhammad menganjurkan sebuah doa agar kita
terhindar dari sifat malas ini,
“Allahumma inni A’udzubika mina ‘ajzi wal kasal
Sebagai manusia
biasa maka sangat mungkin penyakit ini juga akan menyerang dan mengenai kita. Maka
dari itu kita harus mengtahui sebab-sebab sebuah penyakit bisa menyerang, dan
vaksin atau obat apa yang harus kita siapkan apabila ada tanda-tanda penyakit
ini akan menyerang kita semua.
Beberapa faktor
yang menjadi penyebab penyakit malas ini bisa menyerang kita diantaranya adalah
:
- Terlalu terlena dengan kesibukan dan kesenangan dunia.
Seorang anak menjadi malas beribadah ketika
dihadapannya ada acara televisi yang disukainya, atau video game yang menjadi
kegemarannya, ada mainan yang disukainya. Mereka akan lebih suka bermain dengan
itu semua bila dibandingkan dengan memenuhi ajakan orang tua untuk sholat
berjamaah dimasjid. Terlena dengan kesenangan inilah yang membuatnya malas
untuk berdiri mengambila air wudhu dan mengerjakan sholat dengan orang tuanya.
Na’udzubillah min dzalik
Seorang remaja apabila sudah didepan internet dengan
berbagai macam fsilitas dan progam yang ada menjadi lupa dengan waktu. Belum
lagi berbagai jejaring social yang begitu mengasyikkan menjadikannya enggan
untuk berpindah dari tempat duduknya. Sebagian dari mereka akan lebih suka
tetap bermain game online atau update status di facebooknya. Lebih suka
mengembara didunia maya daripada untuk berhenti sejenak beribadah sholat ketika
ada suara adzan memanggilnya. Na’udzubillah min dzalik
Seorang bapak apabila sudah dikantornya atau sibuk
dengan pekerjaannya membuatnya malas beribadah. Terkadang tanggung dengan
pekerjaan yang harus diselesaikannya, waktu yang mendesak, takut dengan
pimpinannya, dan berbagai macam alas an lainnya. Mereka lupa siapa yang memberi
rizki dan terlalu percaya diri terus bekerja sekalipun ada panggilan sholat
dari sang pemberi Rizki yaitu Allah SWT. Rasa malaslah yang membuat ibadah yang
seharusnya dikerjakan pada waktu itu menjadi tertunda atau bahkan menjadi
terabaikan. Na’udzubillah min dzalik.
Contoh contoh diatas sering kita temui dalam kehidupan
ini atau bahkan sangat mungkin menjangkiti kita semua. Terlalu terlena mencari
keuntungan dan kesenangan dunia lupa akan kesenangan akhirat yang jauh lebih kekal
dan jah lebih nikmat. Kesenangan dunia tidak ada apa apa dibandingkan
kesenangan akhirat. Kesenangan akhirat jauh lebih kekal daripada kesengan
didunia.
Allah SWT berfirman didalam Surat Al A’la ayat 17
äotÅzFy$#ur ×öyz
#s+ö/r&ur
ÇÊÐÈ
17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik
dan lebih kekal.
Sebagai orang yang beriman seharusnya kita
mendahulukan urusan akhirat daripada urursan dunia. Sehingga ketika kita sibuk
dengan urusan dunia, kemudian ada panggilan Allah untuk beribadah dalam hal ini
urusan akhirat, maka kita tinggalkan sementara urusan dunia menuju urusan
akhirat, sebagimana Allah swt berfirman,
$pkr'¯»t
tûïÏ%©!$#
(#þqãZtB#uä
#sÎ)
ÏqçR
Ío4qn=¢Á=Ï9
`ÏB
ÏQöqt
ÏpyèßJàfø9$#
(#öqyèó$$sù
4n<Î)
Ìø.Ï
«!$#
(#râsur
yìøt7ø9$#
4 öNä3Ï9ºs
×öyz
öNä3©9
bÎ)
óOçGYä.
tbqßJn=÷ès?
ÇÒÈ
9.
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at,
Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1].
yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.
[1]
Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di hari
Jum'at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan
meninggalakan semua pekerjaannya.
Berdasarkan ayat diatas sangatlah jelas jika sudah ada
panggilan sholat dari Allah SWT maka kita harus bersegera menyambutnya,. Jangan
sampai rasa malas menyerang kita sehingga membuat kita enggan untuk memenuhi
panggilanNya. Bahkan Allah SWT scara tegas untuk meninggalkan semua urusan kita
didunia termasuk jualbeli, pekerjaan kantor, dan pekerjaan pekerjaan lainnya.
Pekerjaan yang jelas halal dan baik saja diminta untuk meninggalkannya dan
memenuhi panggilan Allah SWT, apalagi jika aktivitas yang kita lakukan tidak
ada manfaat bagi kita atau sekedar kesenangan belaka. Seperti hanya menonton
acara hiburan di televisi, main game, duduk duduk santai, bercanda dengan teman
atau sekedar tidurtiduran.
Namun demikian tidak sedikit dari manusia terlena
dengan urusan dunianya dan malas memenuhi panggilan Allah SWT. Allah gambarkan
didalam firman-Nya,
#sÎ)ur
(#÷rr&u
¸ot»pgÏB
÷rr&
#·qølm;
(#þqÒxÿR$#
$pkös9Î)
x8qä.ts?ur
$VJͬ!$s%
4 ö@è%
$tB
yZÏã
«!$#
×öyz
z`ÏiB
Èqôg¯=9$#
z`ÏBur
Íot»yfÏnF9$#
4 ª!$#ur
çöyz
tûüÏ%κ§9$#
ÇÊÊÈ
11. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau
permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu
sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih
baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah sebaik-baik pemberi
rezki
Sebagian manusia terlena dengan perniagaan dan
permainan dunia dan tidak mau memenuhi panggilan Allah SWT. Takut merugi jika
pekerjaan ditinggalkannya, takut kena sangsi dari atasan, takut tidak
memperoleh untung lebih adalah diatara beberpa alasan yang sering kita dengar
dan temui. Lupakah mereka bahwa Allah-lah sebaik-baik pemberi rizki. Semua
rezeki dating dari Allah SWT. Allah yang mengatur dan membagikannya kepada
kita. Rezeki tidak dating dari pembeli yang kita temui, tidak dating dari
atasan kantor, tidak datang dari tanaman yang kita tanam. Allah-lah yang
menggerakkan pembeli mendatangi dan membeli barang dagangan kita, Allah-lah
yang menggerakkan hati, tangan dan lisan atasan kita, Allah –lah yang
menumbuhkan tanaman yang kita tanam. Jadi ketika kita memenuhi panggilan Allah
SWT, maka tentulah Allah juga tidak akan menyia-nyiakan rezeki bagi kita.
Jika semua aktivitas keduniaan kita tinggalkan dan
kemudian bersegera memenuhi panggilan Allah SWT, insya Allah yang demikian ini
lebih baik jika kita mengetahuinya. Keuntungan dunia yang kita peroleh akibat kita
meninggalkan perintah Allah SWT tidak sebanding dengan keuntungan akhirat yang
akan kita terima kelak. Nampak seolah kita rugi didunia namun sebenarnya Allah
beri keuntungan lebih dari yang kita duga baik didunia dan akhirat. Allah lah
yang memberi rizki maka sudah selayaknya rizki kita serahkan sepenuhnya kepada
Allah SWT. Tetapi yang jelas Allah SWT akan membalas dengan yang jauh lebih
banyak dari yang kita korbankan.
Namun demikian Allah tetap memberikan kesempatan bagi
kita semua apabila sudah memenuhi panggilannya untuk kembali beraktivitas
keduniaan kita melalui firmanNya,
#sÎ*sù ÏMuÅÒè%
äo4qn=¢Á9$#
(#rãϱtFR$$sù
Îû
ÇÚöF{$#
(#qäótGö/$#ur
`ÏB
È@ôÒsù
«!$#
(#rãä.ø$#ur
©!$#
#ZÏWx.
ö/ä3¯=yè©9
tbqßsÎ=øÿè?
ÇÊÉÈ
10. Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka
bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah
banyak-banyak supaya kamu beruntung.
.
Sebuah catatan penting yang Allah ingatkan didalam ayat tersebut adalah ingatlah Allah sebanyak-banyaknya
agar kamu beruntung. Jadi dengan banyak mengingat Allah insyaAllah bukan
kerugian yang kita terima tetapi justru sebuah keuntungan yang berlipat. Untuk
itu sobat semua jangan sampai kesenangan dan tipu daya kita membuat kita malas
dan lalai untuk beribadah. Bersegeralah memnuhi panggilan Allah ketika sudah
waktunya tiba. Jangan sampai rasa malas terlebih dahulu menyerang kita. Lawan
dan kalahkan rasa malas dengan banyak mengingat Allah SWT.