Pilih Bahasa

Rabu, 13 Maret 2013

PENYAKIT MALAS ( Bagian 1 )



Sobat semua yang dirahmati Allah SWT, kali ini kita akan membahas sebuah penyakit yang sangat mungkin untuk menjangkiti kita semua. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Mulai dari seorang pejabat tinggi sampai seorang rakyat jelata. Mulai seorang pemimpin sampai seorang rakyat biasa. Mulai dari yang ekonomi tinggi sampai pada yang memiliki strata ekonomi yang rendah.

Penyakit ini juga bisa menyerang pada semua orang tidak memandang usia. Baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Penyakit ini juga tidak mengenal musim. Baik musim penghujan maupun musim kemarau, baik musim semi maupun musim gugur semua bisa terkena. Penyakit ini juga bisa menyerang kapan saja mulai pagi hari, siang hari, sore hari ataupun bahkan malam hari. Taukah sobat semua apakah penyakit itu ?
Yak betul. Penyakit itu adalah penyakit malas.

Orang yang sudah terkena penyakit malas maka akan berdampak pada produkfitas kerjanya. Seseorang sebenarnya bisa bekerja lebih banyak tetapi karena terkena penyakit ini maka sedikit saja pekerjaan yang dapat dikerjakannya. Sebenarnya bisa selesai lebih cepat namun akhirnya selesai lebih lama. Gara-gara penyakit malas seseorang yang sebenarnya bisa berlalri lebih kencang menjadi lambat. Sebenarnya bisa memanjat lebih tinggi menjadi lebih rendah. Sebenarnya bisa menyelesaikan lebih banyak menjadi lebih sedikit.

Jika amal yang dikerjakan berhubungan dengan pekerjaan dunia maka penyakit ini hanya berdampak pada produktifitas hasil kerja didunia saja. Tetapi yang berbahaya jika amal yang dikerjakan berhubungan dengan kerja-kerja akhirat maka berdampak pada  kualitas amal dan kuantitas pahala yang kan diterima diakhirat kelak. Namun demikian tidak sedikit orang yang begitu santai dirinya terjangkit penyakit ini atau bahkan tidak merasa takut dirinya terserang penyakit ini.

Malas merupakan salah satu penghalang seseorang untuk terus beribadah kepada Allah SWT. Coba sobat perhatikan, ada orang yang badannya sehat, orang kaya raya, memiliki waktu luang yang banyak. Tetapi mengapa ada yang tidak mau sholat ? Ya karena terkena penyakit malas ini. Begitu pula disaat ada waktu kosong, kita juga dalam kondisi sehat, ada Al Qur’an didepan kita, tetapi mengapa kita tidak mau untuk membacanya ? Jawabnya juga sama yaitu karena malas. Begitu pula apa yang menghalangi kita untuk bangun tengah malam untuk beribadah sholat lail padahal alarm sudah kita bunyikan dengan keras tetapi masih saja kita malas untuk bangun dan mengerjakannya. Seseorang yang sehat, kuat, memiliki waktu luang tetapi tidak mau beramal karena rasa malas yang menyerang.

Karena begitu berbahayanya penyakit ini maka Nabi Muhammad menganjurkan sebuah doa agar kita terhindar dari sifat malas ini,

“Allahumma inni A’udzubika mina ‘ajzi wal kasal


Sebagai manusia biasa maka sangat mungkin penyakit ini juga akan menyerang dan mengenai kita. Maka dari itu kita harus mengtahui sebab-sebab sebuah penyakit bisa menyerang, dan vaksin atau obat apa yang harus kita siapkan apabila ada tanda-tanda penyakit ini akan menyerang kita semua.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit malas ini bisa menyerang kita diantaranya adalah :

  1. Terlalu terlena dengan kesibukan dan kesenangan dunia.

Seorang anak menjadi malas beribadah ketika dihadapannya ada acara televisi yang disukainya, atau video game yang menjadi kegemarannya, ada mainan yang disukainya. Mereka akan lebih suka bermain dengan itu semua bila dibandingkan dengan memenuhi ajakan orang tua untuk sholat berjamaah dimasjid. Terlena dengan kesenangan inilah yang membuatnya malas untuk berdiri mengambila air wudhu dan mengerjakan sholat dengan orang tuanya. Na’udzubillah min dzalik
Seorang remaja apabila sudah didepan internet dengan berbagai macam fsilitas dan progam yang ada menjadi lupa dengan waktu. Belum lagi berbagai jejaring social yang begitu mengasyikkan menjadikannya enggan untuk berpindah dari tempat duduknya. Sebagian dari mereka akan lebih suka tetap bermain game online atau update status di facebooknya. Lebih suka mengembara didunia maya daripada untuk berhenti sejenak beribadah sholat ketika ada suara adzan memanggilnya. Na’udzubillah min dzalik
Seorang bapak apabila sudah dikantornya atau sibuk dengan pekerjaannya membuatnya malas beribadah. Terkadang tanggung dengan pekerjaan yang harus diselesaikannya, waktu yang mendesak, takut dengan pimpinannya, dan berbagai macam alas an lainnya. Mereka lupa siapa yang memberi rizki dan terlalu percaya diri terus bekerja sekalipun ada panggilan sholat dari sang pemberi Rizki yaitu Allah SWT. Rasa malaslah yang membuat ibadah yang seharusnya dikerjakan pada waktu itu menjadi tertunda atau bahkan menjadi terabaikan. Na’udzubillah min dzalik.
Contoh contoh diatas sering kita temui dalam kehidupan ini atau bahkan sangat mungkin menjangkiti kita semua. Terlalu terlena mencari keuntungan dan kesenangan dunia lupa akan kesenangan akhirat yang jauh lebih kekal dan jah lebih nikmat. Kesenangan dunia tidak ada apa apa dibandingkan kesenangan akhirat. Kesenangan akhirat jauh lebih kekal daripada kesengan didunia.
Allah SWT berfirman didalam Surat Al A’la ayat 17
äotÅzFy$#ur ׎öyz #s+ö/r&ur ÇÊÐÈ
17.  Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Sebagai orang yang beriman seharusnya kita mendahulukan urusan akhirat daripada urursan dunia. Sehingga ketika kita sibuk dengan urusan dunia, kemudian ada panggilan Allah untuk beribadah dalam hal ini urusan akhirat, maka kita tinggalkan sementara urusan dunia menuju urusan akhirat, sebagimana Allah swt berfirman,

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) šÏŠqçR Ío4qn=¢Á=Ï9 `ÏB ÏQöqtƒ ÏpyèßJàfø9$# (#öqyèó$$sù 4n<Î) ̍ø.ÏŒ «!$# (#râsŒur yìøt7ø9$# 4 öNä3Ï9ºsŒ ׎öyz öNä3©9 bÎ) óOçGYä. tbqßJn=÷ès? ÇÒÈ
9.  Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.

[1]  Maksudnya: apabila imam Telah naik mimbar dan muazzin Telah azan di hari Jum'at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.


Berdasarkan ayat diatas sangatlah jelas jika sudah ada panggilan sholat dari Allah SWT maka kita harus bersegera menyambutnya,. Jangan sampai rasa malas menyerang kita sehingga membuat kita enggan untuk memenuhi panggilanNya. Bahkan Allah SWT scara tegas untuk meninggalkan semua urusan kita didunia termasuk jualbeli, pekerjaan kantor, dan pekerjaan pekerjaan lainnya. Pekerjaan yang jelas halal dan baik saja diminta untuk meninggalkannya dan memenuhi panggilan Allah SWT, apalagi jika aktivitas yang kita lakukan tidak ada manfaat bagi kita atau sekedar kesenangan belaka. Seperti hanya menonton acara hiburan di televisi, main game, duduk duduk santai, bercanda dengan teman atau sekedar tidurtiduran.
Namun demikian tidak sedikit dari manusia terlena dengan urusan dunianya dan malas memenuhi panggilan Allah SWT. Allah gambarkan didalam firman-Nya,
#sŒÎ)ur (#÷rr&u ¸ot»pgÏB ÷rr& #·qølm; (#þqÒxÿR$# $pköŽs9Î) x8qä.ts?ur $VJͬ!$s% 4 ö@è% $tB yZÏã «!$# ׎öyz z`ÏiB Èqôg¯=9$# z`ÏBur Íot»yfÏnF9$# 4 ª!$#ur çŽöyz tûüÏ%꧍9$# ÇÊÊÈ
11.  Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah sebaik-baik pemberi rezki

Sebagian manusia terlena dengan perniagaan dan permainan dunia dan tidak mau memenuhi panggilan Allah SWT. Takut merugi jika pekerjaan ditinggalkannya, takut kena sangsi dari atasan, takut tidak memperoleh untung lebih adalah diatara beberpa alasan yang sering kita dengar dan temui. Lupakah mereka bahwa Allah-lah sebaik-baik pemberi rizki. Semua rezeki dating dari Allah SWT. Allah yang mengatur dan membagikannya kepada kita. Rezeki tidak dating dari pembeli yang kita temui, tidak dating dari atasan kantor, tidak datang dari tanaman yang kita tanam. Allah-lah yang menggerakkan pembeli mendatangi dan membeli barang dagangan kita, Allah-lah yang menggerakkan hati, tangan dan lisan atasan kita, Allah –lah yang menumbuhkan tanaman yang kita tanam. Jadi ketika kita memenuhi panggilan Allah SWT, maka tentulah Allah juga tidak akan menyia-nyiakan rezeki bagi kita.
Jika semua aktivitas keduniaan kita tinggalkan dan kemudian bersegera memenuhi panggilan Allah SWT, insya Allah yang demikian ini lebih baik jika kita mengetahuinya. Keuntungan dunia yang kita peroleh akibat kita meninggalkan perintah Allah SWT tidak sebanding dengan keuntungan akhirat yang akan kita terima kelak. Nampak seolah kita rugi didunia namun sebenarnya Allah beri keuntungan lebih dari yang kita duga baik didunia dan akhirat. Allah lah yang memberi rizki maka sudah selayaknya rizki kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Tetapi yang jelas Allah SWT akan membalas dengan yang jauh lebih banyak dari yang kita korbankan.
Namun demikian Allah tetap memberikan kesempatan bagi kita semua apabila sudah memenuhi panggilannya untuk kembali beraktivitas keduniaan kita melalui firmanNya,

#sŒÎ*sù ÏMuŠÅÒè% äo4qn=¢Á9$# (#rãÏ±tFR$$sù Îû ÇÚöF{$# (#qäótGö/$#ur `ÏB È@ôÒsù «!$# (#rãä.øŒ$#ur ©!$# #ZŽÏWx. ö/ä3¯=yè©9 tbqßsÎ=øÿè? ÇÊÉÈ

10.  Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
.
Sebuah catatan penting yang Allah ingatkan didalam  ayat tersebut adalah ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Jadi dengan banyak mengingat Allah insyaAllah bukan kerugian yang kita terima tetapi justru sebuah keuntungan yang berlipat. Untuk itu sobat semua jangan sampai kesenangan dan tipu daya kita membuat kita malas dan lalai untuk beribadah. Bersegeralah memnuhi panggilan Allah ketika sudah waktunya tiba. Jangan sampai rasa malas terlebih dahulu menyerang kita. Lawan dan kalahkan rasa malas dengan banyak mengingat Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar